Hunian Tropis

Kegunaan Perapian di Daerah Tropis Seperti Indonesia

Daerah tropis seperti Indonesia tidak selalu mengalami musim panas sepanjang tahun. Rata-rata daerah yang berada di daerah yang cenderung selalu disinari sinar matahari, juga mengalami musim hujan yang dingin dan lebat. Bahkan setengah dari tahun dihiasi oleh hujan dan hawa dingin. Hal itu yang menyebabkan di beberapa tempat di dataran tinggi di Indonesia membangun rumah dengan dilengkapi perapian, lantai kayu, dekorasi batu alam dan banyak dekorasi yang biasanya hanya ditemukan di daerah beriklim dingin.

Manfaat Penggunaan Perapian di Hunian Tropis Jadi Pertimbangannya

Hunian bergaya eropa dengan penggunaan kayu, perket, vinyl, batu alam semakin mudah didapati dari toko bangunan atau toko parket untuk material tertentu. Penggunaan elemen kayu dan batuan alami juga memberikan sentuhan natural yang sangat cocok dengan area pedesaan yang segar. Hawa dingin di daerah ini dihadapi dengan berbagai minuman hangat, dan cemilan pendamping. Jadi, walaupun perapian bukan hal lazim di daerah tropis, namun di beberapa daerah di Indonesia sangat cocok untuk menggunakannya.

1. Gaya Hunian Pedesaan Klasik Eropa

Rumah tua bekas kolonial belanda mengadaptasi gaya interior farmhouse yang klasik. Tentu tanpa melupakan elemen perapian dalam strukturnya. Karena memiliki perapian juga berarti punya perapian dan cerobong untuk dapat diproses menjadi hunian bergaya klasik fenomenal. Dengan adanya elemen perapian, maka semakin kental elemen perapian tersebut semakin kuat kehangatan yang diberikan.

2. Tampilan Modern Minimalis

Umumnya perapian adalah membuat api dari menumpuk kayu dan membakarnya. Namun kini perapian bahkan sudah berubah pesat. Untuk menyalakan perapian tidak dibutuhkan kayu lagi namun sudah berubah menjadi perapian mekanikal yang dapat dinyalakan dengan gas. Tampilannya ruangan seketika juga menjadi lebih simple dan mewah. Selain dapat terlihat klasik dapat juga tampil minimalis dan modern.

3. Titik Fokus Ruangan

Adanya perapian diruang tamu menjadi bagian menarik perhatian dari keseluruhan interior. Selain bentuknya yang khas serta fungsional, perapian mampu memberikan keseimbangan pada interior ruangan. Ada cukup hiasan semarak pada bagian perapian sementara bagian lain menggunakan warna netral dan natural. Dengan demikian tercapailah harmonisasi ruangan.

Baca juga: Proses Pembuatan Kaca Tempered Jadi Alasan Material Ini Punya Kekuatan Lebih

4. Hiasan Natal

Natal sangat mengandalkan perapian sebagai bagian dari tradisinya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Santa akan datang melalui cerobong asap dan menaruuh hadiah yang hanya diperuntukkan bagi anak yang baik. Setiap anggota keluarga juga punya kaos kaki miliknya masing-masing yang digantung diatas perapian. Oleh karena itu, dekorasi arsitektural ini sangatlah penting dimiliki, walau di daerah Indonesia yang bercuaca tropis.

5. Penghangat Ruangan

Kala cuaca dingin dan berangin, mungkin akan sulit untuk menyalakan perapian. Namun pada saat itulah keberadaan perapian sangat diperlukan. Dataran tinggi diatas pegunungan sangat cocok menggunakan perapian, terutama ketika cuacanya mendukung. Posisi perapian yang dipasang ditengah-tengah rumah akan mampu menghangatkan rumah dan orang-orang didalamnya.

6. Tempat Berkumpul Keluarga

Berkumpul didepan perapian sambil berbincang-bincang dengan keluarga adalah cara mudah untuk mendekatkan diri dengan semua anggota keluarga. Dengan adanya perapian, maka menjadi alternatif tempat berkumpul keluarga dan bahkan bisa dijadikan tempat kesukaan keluarga untuk saling berinteraksi dan merayakan acara keluarga.

Masih banyak alasan lain mengapa perapian adalah dekorasi ruangan yang pas bagi sebuah hunian walaupun berada di daerah tropis seperti Indonesia. Kegunaannya bervariatif dari hal simple sebagai bagian dari gaya interior tertentu atau sebagai tempat berkumpulnya keluarga dan berbagi kisah dari kebiasaan keluarga dan acara instimewa lainnya.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *