kaca

Proses Pembuatan Kaca Tempered Jadi Alasan Material Ini Punya Kekuatan Lebih

 

Salah satu bagian dari keindahan arsitektur bangunan yang sangat penting adalah kaca. Beberapa jenis kaca yang umum digunakan dalam arsitektur modern antara lain adalah :

  • Kaca bening biasa, yakni jenis kaca yang sering kita temukan dan memiliki ketahanan standar. Biasanya kita menemukan jenis kaca ini sebagai pelengkap furnitur.
  • Kaca rayban, yakni jenis kaca dengan karakter lebih gelap. Biasanya jenis kaca ini digunakan pada jendela rumah. Karena kaca ini membuat penghuni rumah lebih nyaman karena keadaan di dalam rumah tidak terlihat dari luar.
  • Kaca cermin. Jenis kaca yang memantulkan bayangan cahaya dengan sempurna. Biasanya digunakan sebagai kaca rias atau spion dan sebagainya.
  • Kaca Tempered (tempered glass) adalah jenis kaca yang memiliki ketahanan lebih tinggi dari jenis kaca lainnya.

Untuk penggunaan lebih luas, khususnya pada bangunan modern dan komersial seperti bangunan perkantoran, perbelanjaan atau bangunan hotel, tempered glass lebih banyak digunakan.

Proses Pembuatan Tempered Glass

Dalam proses pembuatannya, tempered glass memiliki sedikit perbedaan dengan kaca biasa. Walaupun sama-sama mengalami proses pemanasan seperti halnya kaca yang lain. Namun kaca tempered mengalami proses lebih lanjut untuk mendapatkan kekerasan yang lebih kuat lagi.

  • Kaca biasa atau kita sebut raw glass sebagai bahan baku dipotong sesuai ukuran yang dikehendaki.
  • Setelah mendapatkan ukuran dan bentuk yang dikehendaki, tepi raw glass digosok (proses edging) untuk menghilangkan bagian yang tajam.
  • Pemberian lubang atau cowakan yang diperlukan. Karena pada saat raw glass telah menjadi tempered glass, segala proses pemotongan dan pembentukan tidak dapat dilakukan.
  • Selanjutnya kaca dicuci dan dikeringkan, lalu dipersiapkan untuk proses tempering.
  • Kaca dimasukkan ke dalam ruang pemanasan dan dipanaskan hingga kaca mencapai suhu setinggi 700 derajat. Setelah mencapai panas tersebut, kaca kemudian segera dipindahkan.
  • Dengan cepat kaca didinginkan dengan cara meniupkan udara kedua sisi kaca, hingga kaca mengalami pengerasan. Hal ini untuk menciptakan daya tahan kaca tempered yang sangat tinggi.
  • Setelah melalui semua proses tersebut, sebuah kaca akan menjadi tempered glass yang mampu tahan hingga mencapai suhu 300 derajat celsius.

Kelebihan dan Kekurangan Tempered Glass

Tempered glass merupakan salah satu jenis kaca yang sangat banyak digunakan dalam konstruksi bangunan saat ini. Hal ini dikarenakan kaca jenis ini memiliki berbagai kelebihan dibandingkan dengan kaca lainnya. Diantaranya adalah:

  • ketahanan kaca yang sangat tinggi, terutama dari segi ketahanan terhadap thermal shock. Kekuatannya dapat mencapai 3 hingga 5 kali kekuatan kaca biasa. Tempered glass juga tangguh terhadap hantaman, guncangan dan tekanan.
  • Keamanan kaca yang lebih ketimbang kaca biasa. Saat tempered glass pecah, maka serpihan kaca seperti butiran-butiran kaca tumpul, sehingga dapat meminimalisir kemungkinan melukai jika sampai terkena kulit¬† atau lainnya.

Baca ini juga: 5 Model Gypsum yang Cocok untuk Ruang Tamu

Kekurangan :

  • Dari segi harga, jelas harga tempered glass lebih mahal dari kaca biasa. Sebagai gambaran, harga kaca tempered 10 mm bening kurang lebih Rp. 410.000/ M2 .Sementara untuk harga kaca bening biasa dengan ketebalan yang sama berada di kisaran harga Rp. 220.000/ M2
  • Jenis kaca ini juga tidak bisa dibentuk atau dipotong setelah menjadi tempered glass. Karena tempered glass akan jadi lemah bahkan pecah saat mengalami proses tersebut.

Berdasarkan ketebalannya tempered glass terbagi menjadi beberapa jenis, yakni tempered glass dengan tebal 10 mm, 12 mm, 15 mm serta 19 mm. Setiap ketebalan yang berbeda tersebut juga memiliki harga jual yang berbeda. Umumnya, harga tersebut belum termasuk biaya pemasangan.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *