Instalasi Manufaktur Metal

Serba Serbi Instalasi Manufaktur Metal Yang Kamu Harus Tau!

Bagi kamu yang sedang dalam tahap membangun rumah sendiri pasti mengetahui betapa sulitnya mencari bentuk serta bahan material yang sesuai dengan keinginan. Karena bentuk dan desain yang biasanya benar-benar atas dasar keinginan sendiri ini pula terkadang yang menyulitkan para tukang bangunan maupun kontraktor ME untuk mencari bahan dengan kualitas terbaik hingga akhirnya beberapa orang yang membangun rumah ini memutuskan untuk membuat sendiri material bangunan logam guna mencapai bentuk bangunan yang diinginkan. Proses yang cukup panjang ini dikenal dengan sebutan fabrikasi logam atau metal forming yang merupakan serangkaian dari proses pembuatan material logam menjadi sebuah komponen akhir pada suatu proyek konstruksi, yang mana biasanya dimulai dari tahapan desain, pembentukan penyambungan hingga perakitan akhir. Hal ini biasanya akan memudahkan para kontraktor apabila client yang diterima merupakan seseorang yang memiliki taste tersendiri mengenai konstruksi bangunan sebuah rumah dari awal hingga akhir.

Sebelum Membangun Rumah, Belajar Tentang Manufaktur Metal Agar Lebih Tahu Soal Bangunan!

Pengetahuan mengenai metal forming ini sendiri sebenarnya sangatlah dibutuhkan oleh setiap orang yang hendak membangun sendiri istana kecilnya, hal ini dikarenakan agar hasil yang diterima sesuai dengan keinginan dan tidak terjadi miskomunikasi dengan pihak kontraktor ME. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai serba serbi metal forming ini, mari kita simak bersama-sama artikel berikut!

1. Metal Forming dan Prosesnya

Secara umum proses pembentukan logam atau metal forming dibagi menjadi empat kelompok besar yaitu pressing, drawing, bending dan shearing. Sedangkan untuk proses pengerjaannya hanya dibagi menjadi dua jenis yaitu hot working process dan cold working process. Kelebihan dari hot working process sendiri yaitu dari segi hasil hanya menghasilkan butir-butir yang halus dimana hal ini sangat berpengaruh bagi proses instalasi untuk bangunan rumah. Selain itu juga, energi yang dibutuhkan dalam proses pembuatan hot working ini cenderung kecil. Namun ketersediaan peralatan tahan panas, serta seringnya terjadi oksidasi pada material menjadi kekurangan dari hot working process ini. Lain halnya dengan cold working process dimana pengerjaannya dibawah temperatur rekristalisasi, kelebihan dari pengerjaan dengan metode ini adalah hasil permukaan jauh lebih baik dan juga dapat mengontrol dimensi material sesuai dengan yang diinginkan. Namun gaya tekan yang dibutuhkan jauh lebih besar dibandingkan dengan hot working process sehingga energi yang dikeluarkan juga jauh lebih banyak. Untuk metode tentunya bisa disesuaikan dengan keinginan dan referensi masing-masing pemilik rumah, ya.

2. Klasifikasi Proses Metal Forming

Klasifikasi pada proses pembuatan logam atau metal forming dibagi menjadi poin poin dalam metode pengerjaannya yaitu pada hot working process terdiri atas rolling mill¸ rolling forging yang biasa digunakan untuk mengerjakan komponen-komponen kecil bangunan, roll forming untuk pengerjaan material lembaran kecil¸ hammer forging, drop forging, roll forging¸ piercing untuk membuat material pipa gtanpa sambungan, biasanya digunakan untuk pemasangan aliran listrik, dan tidak dapat dilakukan sendiri melainkan harus menggunakan jasa instalasi listrik, lalu yang terakhir adalah hot drawing dan hot spinning. Kemudian untuk cold working process kurang lebih sama dengan metode sebelumnya akan tetapi tenaga yang digunakan lebih banyak serta tidak memerlukan tenaga pemanas.

Itulah serba-serbi informasi mengenai instalasi manufaktur metal atau metal forming agar nantinya para pembaca yang hendak membangun rumah dapat menjadi lebih teliti dan menambah informasi apabila hendak membangun rumah dengan design yang agak berbeda dari biasanya. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua, semangat.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *